13 Mar 2014

Pendidikan (Moral) Butuh Bantuan

Pendidikan (Moral) Butuh Bantuan

Walaupun telah merdeka selama 68, Indonesia masih mengalamai permasalahan yang kronis dalam hal pendidikan moral. Dengan mudah dapat kita saksikan berita yang membuat hati sedih baik di media massa baik itu bentuk elektronik (TV, radio, internet) maupun media cetak (Koran, majalah, tabloid, da
n lain-lain); termasuk di dalamnya korupsi, tindak kekerasan antar pelajar, suku, dan agama, kejahatan seksual, dan penyalahgunaan obat-obat kedokteran (narkotika).

Pemerintah kita telah memberikan perhatian besar dalam pendidikan moral bangsa kita sebagaimana dengan adanya kebijakan pemerintah dalam mengalokasikan dana APBN untuk pendidikan: 225,2 triliun (20% dari APBN) tahun 2010,  Rp 266,9 triliun (20,2% dari APBN) tahun 2011, 310,80 triliun (20,2%) 2012, 345,335 triliun (20% dari APBN).

Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan WAJAR (wajib belajar) 9 tahun hingga 12 tahun untuk bberpaa daerah, bahkan untuk beberapa daerah tertentu telah mencanangkan WAJAR 12 tahun. Selain itu, pemerintah juga mengadakan program beasiswa beasiswa-beasiswa mulai tingkat sekolah hingga ke perguruan tinggi dalam dan luar negeri; salah satu contoh nyata yaitu penyaluran beasiswa bidik misi yang diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu dan berprestasi. Pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa ini tidaklah berjalan sendiri, tidak sedikit dari lembaga-lembaga lokal hingga internasional ikut berpartisipasi: termasuk dalamnya Astra International, XL, Djaroem, IIEF, dan lembaga lainnya yang tidak hanya sebatas pemberian beasiswa tapi juga pelatihan-pelatihan kepemipinan dalam menyiapakan generasi bangsa menjadi pemimpin di masa depan.

Namun, dalam pelaksanaannya pendidikan kita masih saja mendapati berbagai tantangan. Korupsi, tawuran para pelajar, penyalahgunaan narkotika, kejahatan seksual, dan penganiayaan antar komunitas merupakan bukti nyata tak terhindarkan akan beratnya tantangan pemerintah kita dalam meningkatkan mutu pendidikan bangsa kita secara berkelanjutan. Salah satu penyebab utama dari isu ini yaitu kondisi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bangsa kita. DIketahui bahwa data The Global Competitiveness Report  2011-2012 (laporan tahunan daya saing global tahun 2011-2012) oleh  World Economic Forum (WEF) menempatkan Indonesia pada posisi ke 46 dari 142 negara di dunia.

Untuk membantu pemerintah memberikan jaminan pendidikan lebih baik ke depannya, semua pihak sudah semestinya mengambil andil sesuai dengan keahlian masing-masing. Hal apakah yg telah Anda lakukan?

Don't Miss



comments

0 comments:

Post a Comment