18 Jun 2013

Apa Tugas Guru? Jurnal Pendidikan oleh Nur Khalisah Latuconsina

Apa Tugas Guru?

Guru dalam fungsinya dapat disebut sebagai arsitek pembelajaran, merancang pembelajaran secara baik dan sempurna. Tugas-tugas guru dapat dijalankan dengan sempurna apabila dilandasi dengan rancangan pembelajaran yang baik, di dalam proses pembelajaran dapat diukur ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Secara spesifik guru memiliki tugas utama yaitu ”mendidik, mengajar dan melatih atau membimbing” 6

Tugas guru tersebut penulis uraikan sebagai berikut yaitu; Pertama. Tugas guru sebagai pendidik artinya guru membantu mendewasakan anak. Dewasa secara psikologis, sosial dan moral” 7 Pendidik artinya orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan bimbingan dan bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu melaksanakan tugasnya sebagai makhl uk Allah swt, khalifah dipermukaan bumi, sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang mampu berdiri sendiri” 8 Kedewasaan dapat dilahat pada tiga bagian yaitu; dewasa psikologis, dewasa sosiologis, dan dewasa moral. Dewasa secara psikologis artinya individu telah mandiri tidak lagi bergantung kepada orang lain. Selain itu telah mampu bertanggung jawab atas segala perbuatannya juga mampu bersikap obyektif. Dewasa sosial artinya peserta didik memahami ortang lain adalah bahagian dalam hidupnya. Hal tersebut dapat diperlihatkan peserta didik dapat bekerjasama dengan siapa saja dan dalam tugas-tugas apa saja, tidak memilih dengan siapa ia bekerjasama, kehidupan sosialnya tidak ia bedakan karena status sosial dan lain sebagainya. Dewasa moral artinya peserta didik memiliki seperangkat nilai yang ia akui kebenarannya, ia pegang teguh dan menjadi pemisah baik dan buruk.

Kedua, Tugas guru adalah mengajar. Sikap yang melekat pada diri seorang guru adalah mengajar. Mengajar artinya proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru kepada siswa” 9 . Pendapat lain mengatakan bahwa mengajar atau pengajar artinya membantu pengembangan intelektual, afeksi dan psikomotor melalui penyampaian pengetahuan, pemecahan masalah latihan - latihan afektif dan keterampilan ” 10 . Dalam kegiatan pengajaran akan berlangsung cek/evaluasi dua arah yaitu disatu sisi ada pengetahuan tentang proses transformasi yang dilaksanakan oleh guru tingkat efektifitas dan efesiensinya. Sedangkan pada sisi peserta didik apakah pengetahuan yang dimiliki oleh seorang guru sudah diketahui oleh peserta didik. Terdapat beberapa hal hal yang harus dicermati oleh seorang guru dalam melaksanakajn kegiatran pengajaran yaitu; 1. recal (mengingat kembali) artinya guru, menyampaikan pertanyaan kepada peserta didik, yang fokusnya peserta didik mengingat informasi yang telah diterima; 2. pemahaman artinya peserta didik dapat menginterpertasikan makna dan melakukan eksplorasi atau memberikan berbagai saran-saran dalam kegiatan pembelajaran; 3. aplikasi artinya peserta didik dapat mengemukakan abnstraksi dan jeneralisi terhadap pengetahuan dan situasi tertentu; 4. analisis peserta didik terlatih memecahkan ,masalah sampai kepada hal-hal yang kecil untuk mempelajari hubungan antara bagian-bagian yang ada; 5. sintesis peserta didik dapat membuat dan membentuk pikiran-pikiran baru yang berhubungan dengan konsep, perencanaan dan percobaan; 6. evaluasi membuat keputusan atau menyatakan pendapat yang berhubungan dengan materi yang disampaikan oleh seorang guru.

Tugas-tugas pengajaran yang harus dijalankanj oleh guru yaitu 1) tugas menejerial yaitu tugas yang menyangkut fungsi administrasi baik internal maupun eksternal. Hal tersebut berhubungan dengan peserta didik, alat perlengkapan kelas dan tindakan - tindakan profesional; 2) tugas edukasional yaitu tugas yang menyangkut fungsi mendidik yang bersifat motevasional, kedisiplinan dan sanksi sosial; 3) tugas instruksional yaitu tugas yang menyangkut fungsi mengajar yang bersifat penyampaian materi, pemberian tugas-tugas peserta didik, mengawasi dan memeriksa tugas.

Ketiga, pelatih atau pembimbing. Guru selain sebagai pendidik dan pengajar juga berfungsi sebagai pembimbing. Peserta didik berbeda kemampuannya, ada yang mudah mengerti atau memahami, ada pula yang lambat memahami. Mungkin juga ada yang kurang perhatian dan metivasi dalam belajar sehingga materi yang telah disampaikan oleh guru tidak diterima sempurna oleh peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, peserta didik membutuhkan bantuan atau bimbingan. Bimbingan artinya proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya. Sehingga ia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan ketentuan dan keadaan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti” 11

Tugas-tugas guru yang melingkupi tiga aspek besar yaitu; pendidik, pengajar dan pelatih sebagai proses awal dan penting dalam perubahan peserta didik secara sempurna dan menyeluruh. Peserta didik akan memiliku perilaku yang bukan hanya kecerdasan dan intelektul yang tinggi akan tetapi juga memiliki perilaku dan akhlaq yang mulia. Dirinya akan menjadi pionir dalam dinamika masyarakat dinama saja peserta didik tumbuh dan berkembang.

6 Syaiful Bahri Djamarah,, Op. cit h. 37
7 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan psikologi Proses Pendidikan, cet IV. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007. h. 253
8 Hamdani Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, cet II, Bandung: Pustaka Setia, 2001, h. 93
9 Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, cet V Jakarta: Prenada Media Grup, 2008, h. 96
10 Nana Syaodih Sukmadinata, Op. Cit. h. 253

Sumber: Klik di sini 

Don't Miss



comments

0 comments:

Post a Comment