18 Jun 2013

Apa Kode Etik Guru?

Kode Etik Guru

Guru sebagaimana penjelasan sesudahnya adalah jabatan dan kedudukan yang dimiliki oleh orang tertentu. Guru dianggap sebagai suatu ”profesi” artinya suatu bidang pekerjaan yang ingin atau akan ditekuni oleh seseorang.. makna lain adalah suatu jabatan atau pekerjaan tertentu yang mensyaratkan pengetahuan dan ketermpilan khusus yang diperoleh dari pendidikan akademis yang intensif.. adapun persyaratan khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah; 1). Menuntut adanmya keterampilan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yang mendalam; 2). Menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang profesinya; 3). Menuntut adanya tingkat pendidikan yang memadai; 4). Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya; 5). Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan.”12

Dalam menjalankan profesi keguruan diikat oleh kode etik ”norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi didalam melaksakan tugas profesinya dan dalam kehidupan dimasyarakat”13 Adapun kode etik guru yaitu; 1). Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila; 2). Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional; 3). Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melaksanakan bimbingan dan pembinaan; 4). guru menciptakan suasana sekolah yang sebaik-baiknya yang menjujung berhasilnya proses belajar mengajar; 5). Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan; 6). Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu, martabat profesinya; 7). Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial; 8). Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian; 9). Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”14

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa guru memiliki persyaratan tertentu yang secara fungsional mengakat segala gerak dan langkah yang dilakukannya. Persyaratan-persyaratan berupa memiliki status pendidikan yang memadai, pengetahuan yang mendalam dan juga ahli dan trampil dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu guru harus memiliki sikap tertentu yang tuntutannya berbeda dengan yang lain, seperti kegiatan pengajaran adalah suatu pengabdian, kejujuran, memiliki hubungan baik dengan sesama profesi dan masyarakat sekitar. Hal-hal tersebut memang menjadi keharusan dimiliki oleh seorang guru. Pada dirinya memiliki tanggung jawab perubah artinya ditangan guru peserta yang dihadapi menjadi peserta didik yang baik, maju, profesional dan kompotitif.

Interaksi dalam pembelajaran memang beraneka ragam kultur, status sosial dan kapasitas yang dimiliki peserta didik. Kondisi tersebut ikut menentukan keberhasilan peserta didik. Bilamana dalam pembelajaran guru dapat memperhatikan kondisi tersebut maka, peserta didik akan mengalami perubahan dan perkembangan yang berlangsung secara alami, guru dalam konteks ini berfungsi sebagai fasilitator, mendalami dan mengembangkan pengetahuan yang disampikan oleh guru dapat dilakukan dan dikembangkan oleh peserta didik sendiri. Hal lain yang dihadapi oleh guru adalah penyajian materi ajar hanya terdapat satu konsep yang harus dipahami oleh seluruh peserta didik, guru mentransformasikan pengetahuan tersebut sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang sama. Benturannya adalah apakah peserta didik memiliki kemampuan dan selera yang sama terhadap materi yang disampaikan oleh seorang guru. Bilamana berbeda maka, hal tersebutlah memungkinkan ada peserta didik yang lamban dan ketinggalan seperti pengetahuan yang diharapkan oleh seorang guru. Hal tersebutlah seorang guru diharuskan memiliki pengetahuan yang luas sebagai upaya mengkorelasikan pengetahuan materi yang disampaikan oleh guru dengan materi lain sehingga peserta didik mudah mencernah. Selain itu guru juga harus memiliki pendekatan dan metodologi pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran berlangsung menyenangkan dan bermakna.

12 Kunandar, Guru Profesional, Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2009. 46/47
13 Soetjipto, Op. Cit. . h. 30
14 Ibid, 35

Sumber: klik di sini.

Don't Miss



comments

0 comments:

Post a Comment