“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

Jul 24, 2012

Larangan Mempercayai Dukun ataupun Peramal

Larangan Mempercayai Dukun ataupun Peramal

Semakin modernnya kehidupan, tidaklah membuat orang-orang berhenti untuk datang menemui dan mempercayai dukun, bahkan satu persatu peramal -yang tampil di layar TV- pun semakin dipercaya oleh sebagian orang. Dukun ataupun peramal seakan telah menjadi hal yang wajar dalam kehidupan bagi sebagian orang. Dalam tulisan ini penulis akan memberikan beberapa hadis Nabi Muhammad SAW terkait masalah boleh tidaknya mempercayai dukun ataupun peramal, yang bersumber dari Terjemahan Riadhus Shalihin oleh Ust. Al hafidh dan Ust. Masrap Suhaemi BA. 

Dari Aisyah: "Masyarakat menanyakan tentang dukun kepada Nabi SAW. Dijawab: "Mereka tiada berarti (tiada bermanfaat) sedikitpun." Mereka berkata: "Ya Rasul mereka mengungkap suatu kejadian dan terkadang nyata. Jawab beliau SAW: "Itu kalimat nyata yang dikutip secara curi oleh jin, lalu disampaikan kepada dukun dengan bumbu-bumbu 100x pembualan (diolah dan diaduk denagn 100x kebohongan)." (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Aisyah: "Rasul SAW bersabda: "Bahwasanya Malaikat turun di awan dan mengungkap hal-hal yang sudah ada kepastiannya di langit, lalu Jiin mendengar dan menyampaikannya kepada dukun disertai 100x dusta." (HR. Bukhari)

Dari  Abu Mas'ud al Badri: "Sesungguhnya Rasul SAW sudah melarang menjual anjing, menjual diri (upah pelacur), dan upah dukun." (HR. Bukhari-Muslim)

Dari Shafiyah binti Abu 'Ubaid, ia menerima dari salah seorang istri Nabi SAW, Nabi SAW bersabda: "Barang siapa mendatangi tukang tebak lalu menanyakan tentang sesuatu dan mempercayainya, maka tidak sah (tidak diterima) shalatnya selama 40 hari." (HR. Muslim)


Dari beberapa hadis terkemuka diatas dapat disimpulkan bahwa sebagai orang Islam, adalah larangan untuk mempercayai sedikitpun kepada apa yang dikatakan oleh seorang dukun, sekalipun sebagian orang mengira bahwa dukun itu mengetahu hal-hal yang ghaib, padahal sebenarnya para dukun itu hanyalah mengira-mengira tentang suatu hal atas dorongan syetan.

Don't Miss